Tubuhmu Puisi

rembulan memantul di keningmu dengan tegas; tubuhmu, adalah puisi, yang memaparkan birahi dengan lugas. meluruhlah kau di antara kata, dalam sajak yang terjejak di aliran nadiku; berpuisikan cintamu. tubuhmu adalah sajak panjang tanpa katakata; tempat segala rindu dan kesedihan mencari makna. dan aku, ingin bercanda dengan para dewa yang berlarian di buah dadamu, menggembala birahi, di sekujur tubuhmu.

“o lelakiku, merasuklah dalam makna, sisirilah tepitepi kata; yang berdesir anggun — setiap kali napasmu menyentuh birahi. setiap kau memelukku, setiap kali kau lepaskan hasratmu, cinta; setiap kali pula kau bangkitkan birahi kesakitanku. ketahuilah, saat pijar birahi bergetar di tubuh kita, sebuah dosa, perlahan menjelma hamparan surga. mencumbuimu; melontarkan dosa ke balik dinding surga. di antara geliat tubuh kita, neraka — adalah fana.”

jika cinta, dan juga birahi di dadamu adalah surga; aku akan meminta Tuhan menyimpan surga yang dijanjikannya. kelak, aku ingin memanjatkan doa, di sebuah tempat peribadatan, dengan buah dadamu sebagai kubahnya. di sini, takada tuhan, dan doa yang terpanjat di antara belahan dada — adalah nikmat yang diamini para malaikat. wangi dupa, harum doa adalah ritual semata. begitu sumpah terucapkan, telah kita benarkan ketidak-percayaan. lalu, mari kita bincangkan satu dosa – di mana tuhan menutup mata, malaikat mematahkan pena; cinta, kita.

Jakarta July, 2011

* Sebuah Kolaborasi Puisi indah via twitter oleh: @akf_akf, @Bemz_q, @topeng2kaca, @lizacica dan typography disempurnakan oleh @delune *

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *