Sudah Tidur, Tuhan [?]

sudah tidur, Tuhan ?
ah, aku lupa atau memang selalu alpa
; Kau tak pernah terlelap, bukan

mungkin
hanya mungkin
– aku tak tau, toh kita tak pernah bertemu –

di malam malam hening dan nafas alam yang kering
seperti kelam ini,
Kau, Gusti, sedang menunggu

hamba hamba seperti aku
datang selalu dengan luka terbuka
dan tangis berderai duka

; berlutut, bersujud, bersimpuh patut
di kakiMu,
Pangeran

ini kali aku kembali
tanpa lara, tak ada airmata
sekedar ingin bertanya

; di manakah Adam yang lalu pernah Kau janjikan ?

Jakarta, Agustus 2011

6 Comments

    1. Hahahaa.. Cuma bertanya kok dit.. Ngga bermaksud mendebat Tuhan.. Dan aku mencintai hidupku yang sedang menanti Adam-ku, sungguh! 🙂

  1. lugas! membaca sajak ini getir dan gelisahnya terasa kental sekali. ah.., pengharapan yang entah, bikin ngungun sejenak membaca ini. asyik, memang asyik membacanya.

    1. Aduh Adi.. Matur Nuwun sanget buat pujiannya..
      Masih jauh Dee.. Harus banyak2 latihan n baca lagi.
      Makasih ya, sudah bersedia menyimak 🙂

  2. Maaf baru comment.. Bener loh Em, aku terharu. Cara kamu meminta jodoh itu oke. Semoga cepet dikabulkan yaaah… Amin 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *