Setidaknya Kita [pernah] Bahagia

dua puluh dua lewat tiga.
aku menatap ketiadaan. meramu kulit-kulit ingatan. mengadakan apa yang sesungguhnya tak ada; kau.

**

asap mengepul. membentuk lingkaran tak sempurna lalu membaur bersama udara dan debu. kau menarik tubuh sampai duduk.

“kita punya Langit. memintalah, dan Ia ‘kan melapangkan harapanmu.”

“aku minta kita.”

hening. Langit tak menjawab, pun kau.

pakaian-pakaian yang terserak di lantai, di bahu kursi, di atas lampu meja, dipunguti satu-satu. penanda kesenyapan malam sebentar tiba. segera setelah baju lengkap dikenakan. jejak parfum ditiadakan. acakan rambut dirapihkan. kau, kembali menjadi angan tak terengkuh.

“mau ke mana”

“pulang, sayang. sudah larut”

“aku masih kangen.”

“jangan serakah. waktu tak menunggu kita menuntaskan keegoisan.”

satu kecupan di kening. ciuman basah tergesa. lalu debam pintu. selebihnya, kesepian memangsaku dengan begitu garang.

kau pindahkan dingin padam tungku ke dadaku, setiap kau melintas jalanan batu; selepas nyala birahi kita mereda.

**

baileys — kopi susu beralkohol 40%. gelas ketiga.

detik-detik terbang bersama ingatan yang semakin merdeka; menjelajah ruang berdebu di kepala. menghembuskan angin — menghembuskan kau kembali. pada kenangan-kenangan yang jauh. jauh. memabukkan.

**

“sayang, aku hamil.”

“apa?! bagaimana bisa?”

“kau lelaki. aku wanita. kau punya sperma. aku punya indung telur. sederhana.”

“tapi aku punya keluarga!”

“akupun.”

“keluarga! istri dan anak-anakku!”

“keluarga; ayah dan ibuku. dan mereka punya muka, untuk diselamatkan dari kisah bodoh anak gadisnya yang hamil tanpa suami.”

“sayang, mengertilah, ini tidak sesederhana itu.”

“aku tau. maka itu aku memberitahumu.”

“ah..¬†gila!”

“ya. gila. aku nyaris gila.”

“sayang, kita harus membereskan ini. meniadakannya.”

**

aku beranjak.

sebentar malam dihabisi ungu fajar dan seorang bocah akan terbangun gemetar. aku telah bersumpah untuk menjadi tepian mimpinya sebelum pagi menjemput lebih dulu. selalu. sudah selama dua ribu lima ratus dua puluh tujuh kali terbit matahari.

eMa. Mei 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *