Sempat Kupeluk Kau Tadi, Matahari!


baru saja aku menikahi seseorang yang kebetulan bertemu di jalan
dia pria, separuh baya
bersumpah punya cinta yang melebihi luas semesta
merasa bisa melukisi langit tanpa kuas dan pena
“aku hanya perlu cinta”

baru saja aku bercinta dengan seseorang yang kebetulan bertemu di jalan
dia lelaki, bermata api
memiliki mimpi menjadi penguasa surga dan bumi
mengaku mampu meniadakan matahari hanya dengan jentikan jemari
“aku hanya perlu mimpi”

lalu terlahir anak angin
kami mengajarinya soal cinta,
yang melebihi luas semesta
mengajarinya soal dunia,
sebelum kelak melukisi langit

tapi ia tertarik Cahaya,
aku ingin menyentuh Matahari, Ibu
kita punya mimpi. kita datangi Maha Api!!

anak angin belajar terbang
melayang menantang matahari,
lantas mati digerus api

tak kusesali matiku, sempat kupeluk Kau tadi, Matahari!

baru saja aku ditinggalkan oleh seseorang yang kebetulan bertemu di jalan
matanya pasi, tak lagi punya mimpi
di genggamannya, seonggok hati merah muda hancur terburai
“aku tak lagi ingin cinta”

aku berjalan, melanjutkan perjalanan yang tertunda mimpi
ditemani terang cahaya dan riang suara;

“kita punya mimpi, Ibu, kita hamili Matahari!”

Jakarta, 2011

8 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *