Menumbuhkan Bonding Ibu dan Anak Dengan Sentuhan

Memiliki Arsakha adalah sesuatu yang saya idam-idamkan jauh sebelum saya menikah. Bahkan saat saya masih berusia 20 tahun, saya rindu sekali ingin memiliki seorang bayi yang terlahir dari rahim saya sendiri. Maka ketika Tuhan mengizinkan satu nyawa bertumbuh dalam tubuh saya, saya mempersiapkan segalanya untuk menyambut kelahirannya ke dunia. Termasuk mengikuti seminar dan pelatihan cara memandikan bayi. >,<

Iya. Saya takut tidak bisa memandikan bayi.
Duh, membayangkan bagaimana memegang bayi seberat 3kg dengan tangan basah dan licin penuh busa saja saya sudah ngeri. “Gimana kalau merosot terus tenggelam, gimana kalau kepalanya yang masih lunak itu kejedot bak ember mandinya, gimana kalau hidungnya kemasukkan air, gimana kalau matanya kena sabun, gimana.. gimana.. gimana..” dan seribu ketakutan lainnya.

Jadilah kala itu saya dan pak suamik (yang nyaris terpaksa) duduk manis dalam kelas seminar yang diadakan suatu RSIA di Jakarta Pusat, menyimak ilmu-ilmu menangani newborn. Dalam kelas itu diajarkan bagaimana kita menghadapi masa-masa awal pasca persalinan, bagaimana memberi ASI dan IMD yang benar, bagaimana mengatasi bayi kolik, dan ilmu-ilmu parenting awal lainnya, hingga sampailah kami pada bagaimana cara memandikan bayi, yang dilanjutkan dengan cara-cara memijat bayi.

Eh? Bayi juga perlu dipijat?? Emang bayi capek ngapaiiiinn??

Bukan karena selama sembilan bulan dia meringkuk dalam perut jadi pegel-pegel, tsay.. Tapi setiap sentuhan dan pijatan Ibu saat mandi dapat memperlancar sirkulasi aliran darah dan memperkuat daya tahan tubuh bayi sehingga membantu perkembangannya dengan pesat.

Menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada lebih dari 1 juta kasus sepsis setiap tahunnya dan di Indonesia sendiri ada ribuan kematian bayi yang diakibatkan sepsis melalui kulit di tahun 2015. Sepsis melalui kulit diakibatkan oleh kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit selama masa neonatal (28 hari pertama bayi) yang mana merupakan masa paling krusial dalam kehidupan seorang bayi karena tubuhnya sedang mengalami perkembangan dan mengalami perubahan lingkungan yang sangat drastis, sehingga tubuhnya sangat rentang. Berdasarkan data WHO pada tahun 2015, terdapat sekitar 70.000 bayi di Indonesia yang kehilangan nyawanya sebelum menginjak umur 28 hari. Salah satunya, adalah karena sepsis pada kulit bayi ini.
Dr. Bernie Endiarini Medise, Sp.A(K), MPH, Dokter Spesialis Anak mengatakan, “Selama masa neonatal, kulit bayi sangat sensi1f, maka dari itu diperlukan perawatan kulit yang efek1f dan tepat bagi bayi di masa neonatalnya. Kandungan emollient yang digunakan dalam perawatan kulit bayi dapat mencegah terjadinya kulit kering/TEWL (Transepidermal Water Loss). Disamping itu, sentuhan ibu selama masa neonatal sangatlah pen1ng, karena selain dapat memperlancar peredaran darah bayi dan juga meningkatkan imunitasnya, sehingga bayi akan lebih sehat, dapat
bertumbuh dan hidup lebih panjang.”

Coba deh, gimana mamak ngga makin galau baca ginian? Betapa hal yang (sepertinya) sepele, ternyata dapat berdampak sangat besar untuk kelangsungan hidup kesayangan kita. Krai.

Jadi bukan hanya untuk meningkatkan bonding kuat untuk Ibu -Anak saja, tapi sentuhan dan rutinitas pijat bayi itu manfaatnya sejutak! Baik bagi Ibu, maupun bagi bayinya.

Manfaat Pijat Bayi untuk si kecil
Manfaat Pijat Bayi untuk si kecil

 

 Manfaat Pijat Bayi bagi Orang Tua

Dengan mengetahui mafaat sebanyak itu dari sentuhan-sentuhan kecil setiap hari, bagaimana mungkin saya dapat melewatkan momen-momen memandikan Arsakha dan memijatnya dua kali sehari, setiap hari, bahkan hingga masa neonatal-nya berakhir. Hingga kini, Arsakha sudah berusia 2 tahun, saya masih memijatnya setiap hari; setelah mandi sore atau sebelum tidur.

Di sini coba saya share hal-hal simple yang bisa dan biasa kita lakukan terhadap anak kita, yang surprisingly sangat berpengaruh besar terhadap perkembangannya.

 

Oiya, proses memijat bayi akan dapat lebih optimal bila menggunakan minyak atau lotion, loh. Tapi jangan sampai salah kaprah mengunakan kosmetik-kosmetik bayi sembarangan, mengingat ketebalan kulit bayi 30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Sebab itu saya selalu berhati-hati dalam memilih produk kosmetik Arsakha, jangan sampai terjebak dengan kosmetik dengan kandungan tidak tepat yang akan malah membahayakan kulitnya. Sejauh ini sih, Johnson’s dapat meyakinkan saya dan terbukti mengandung 99% mineral oil murni, yang memang diformulasikan untuk melembabkan kulit bayi dan menjaga skin barier-nya.

Yang lebih menghangatkan hati saya, selama dua bulan ini (Juni-July) setiap saya melakukan pembelian Johnson & Johnson minimum Rp 25,000,- di Alfamart berarti saya ikut berdonasi sebesar Rp 500,- ke lembaga sosial Save The Children untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung untuk dapat terus bertumbuh dan memiliki harapan. Super Laft!

Untuk informasi lebih lanjut tentang campaign ini, silakan cek akun media sosial resmi dari Johnson’s Baby yaitu
@johnsonsbaby_id (Instagram)
@JohnsonsBaby_ID (Twitter)
https://www.facebook.com/JohnsonsBabyIndonesia (Facebook)

 

Selamat menyebarkan cinta! <3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *