Uncategorized

Menulis Resolusi; Papa Mama Goes To Makkah

Siapa sih yang ngga mau ngebahagiain orang tua?

Saya, ingin sekali.

 

Sejak bisa cari uang sendiri, saya selalu menyelipkan satu doa di antara ribuan doa lainnya di setiap akhir shalat, “Tuhanku, izinkan aku memberangkatkan Papa dan Mama ke tanah suci-Mu”

Mimpi saya terlihat mulia?
Tidak. Orang tua saya yang mulia…

Sejak lahir sampai detik ini, mereka masih saja mendampingi hidup saya. Kalau ditanya “Dengan status kamu sebagai working mom beranak satu, apakah kamu punya waktu untuk Me-Time?”
Oh, banyak! Berkat orang tua saya, yang membantu saya menjaga Arsakha di rumah (meskipun ada pengasuhnya juga), saya punya bhuanyak waktu Me-Time.
Saya bisa hang-out sama teman-teman saya 1-2 kali seminggu setelah jam kantor usai, bisa nonton midnight di bioskop bareng suami saya, bisa jogging satu jam setiap pagi tanpa perlu rasa khawatir apakah anak saya ada yang jaga atau tidak.

Papa dan Mama saya telah mendedikasikan hidup mereka untuk anak-anaknya, tapi saya bahkan belum mampu sekalipun membalas seluruh budi baik dan kasih sayang mereka.

 

Beberapa kali saya mengumpulkan info dan selebaran paket travel Umroh dan Haji di setiap pameran travel yang suka sekali saya datangi. Mungkin brosur-brousr itu kalau saya kumpulkan, sudah dapat memenuhi seluruh laci meja kerja saya, atau kalau saya kasih tukang gorengan, akan bisa dia jadikan bungkus dagangannya sampai seminggu ke depan, atau kalau saya kiloin ke tukang loak……. (ngg.. ngga gitu, em..)

Begitulah, sebanyak itu info travel umroh dan haji yang saya giat kumpulkan, tapi tak pernah terealisasi. (.__.)
Mungkin beberapa agen Travel yang saya datangi itu sudah ada yang tutup kantor barangkali, saking lamanya.

Ya. Saya memiliki mimpi itu sejak tahun 2008, ketika saya pertama kali mampu menghasilkan uang sendiri, berkat keringat dan darah orang tua saya yang telah menyekolahkan saya dengan kerja keras mereka.

Tapi. Tidak. Pernah. Terealisasi.

Sudah hampir sepuluh tahun, dan uang saya selalu habis untuk keperluan lainnya. Saya tidak pernah betul-betul menyisihkan waktu dan rezeki untuk mendaftar Haji/Umroh.

Sedangkan saya mulai kehabisan waktu, usia telah menggerogoti tubuh Papa dan Mama, kesehatan dan kecekatan mereka mulai merosot jauh, kemampuan mereka untuk berjalan dan berkegiatan sudah lemah. Dan saya mulai kehabisan waktu.

Can you see the spark in their eyes? Yes, they still in love. They even called ‘Yang’ to each other. :’)

 

Maka di akhir tahun ini, saya memiliki resolusi utama untuk tahun 2017, untuk mewujudkan salah satu mimpi terbesar saya selama sembilan tahun terakhir ini; Memberangkatkan Papa Mama Umroh ke tanah suci.

Daftarin aja dulu.
Semoga tabungannya lekas terkumpul untuk keberangkatan 2017. Katanya kan “Selama ada niat baik, Tuhan membuka jalan.”

Namanya juga jalan Tuhan…

Ada Amin??

 

4 thoughts on “Menulis Resolusi; Papa Mama Goes To Makkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *