Di Rumah Barumu

di rumah baru-mu

satu-dua gagak bercokol pada tiang-tiang penyangga

mencengkeram baja seperti mangsa, mengantarkan kesakitan

yang ditawarkan ayat-ayat para kyai ke dadaku

; mengintai desah tawa, memupuk kelelahanku

 

di rumah barumu

aku seperti hantu tanpa mata dengan rongga menganga

menjulurkan belatung — bayi kebencian terlahir dari neraka legam

di mana jantungku berada

 

di rumah barumu

aku mengamini doa-doaku sendiri

 

eMa, September 2012

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *