unfound

“aku pergi.”

“ke..?”

“entah. langit yang akan memastikan arah perjalananku.”

“jangan, kumohon. jangan pernah berada di tempat yang aku tak kuketahui keberadaanmu.”

“harus. agar kesakitan tak lagi mampu merengkuhku.”

“kumohon.. tetaplah di sini. di pelukanku. aku membutuhkanmu. biar segala kepedihan kumatikan dengan pelukan.”

“kaulah kepedihan itu. aku pergi, darimu.”

 

 

eMa. Mei 2012

Cinta Sudah Mati Baru Saja Tadi

aku dan teriakan-teriakan hening
panjang berdentang-denting
dalam rindu yang bersahutan
tanpa lagu, tanpa nyanyian

sayang,
ini bahkan bukan puisi
sekedar racauan sunyi
aku bahkan tak lagi dapat kau temui

cinta yang sempat terlahir dari rahim waktu
kini bernama masa lalu,

sudah mati — baru saja tadi

di depan pintu yang kau banting
hingga sisa tawa terpelanting
lalu jatuh di ujung sepatu
bisu
membeku
mati.

###

ema, oktober 2011

Ibu, Aku Hilang Akal

Ibu,
Malam tadi tadi aku mengigau
–Entah tentang apa
Kata temanku, aku hanya tertawa
Terbahak-bahak lantang
Seperti hilang
Akal. Lantas mulai tersedu-sedu
Menangis. Merintih. Menjerit. Meraung.
Pilu.
–Tanpa kata kata
Ibu,
Bahkan di dalam ketak-sadaranku, aku
Seperti hilang
Akal.

eMa, Jakarta 2011