Category: puisi

Pidato Pembukaan Ketua Panitia Gathering dan Launching Buku Sajak Cinta

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera penuh cinta bagi kita semua. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan cinta-Nya kepada kita. Hari ini dan hari-hari sesudahnya. Amin. Pada mulanya, aktivitas kicau di linikala twitter lebih condong pada keinginan saling menyapa, bertukar kabar, atau menumpahkan isi hati. Namun, lambat laun, komunitas kreatif bertumbuhan di...

Biarkan Rindu Bermain di Dadamu, Malam Ini

: lelaki pulau dewata kuterbangkan rindu hingga mengepak sampai di mimpi biarkan sejenak berputar mengitari untuk lantas berlalu kutarikan sebuah gemulai tanpa gerak bersenandung tanpa suara melukis tanpa kanvas -masih tentang rindu...

Bunga Kuning Muda Di Samping Jendela

Di samping jendela kuletakkan bunga Yang kelopaknya berwarna kuning muda Di tengahnya ada putik sari Yang bila kau cium akan berbau wangi...

Ada Yang Selalu Yang Mungkin Kau Tak Tahu

Sebuah sajak dari Nobita @kebunsalju, untuk @topeng2kaca ada yg selalu datang bersama fajar ;meniupkan wangi bunga, menampung kesegaran embun — ialah dia yg selalu ingin kauingat setiap pagi ada yg selalu menaungimu dengan keteduhan ;ketika siang beranjak terik — ialah dia yg selalu mendoakan keselamatanmu dari kejauhan...

Malam Ini, Cinta Mati

Malam ini, Peri cinta tertidur Menyalahi takdir Malam ini, Sebuah cinta terkubur Menyalami getir...

di Persimpangan Jalan Aku Bertemu Tuhan

baru saja, di simpang jalan aku bertemu Tuhan berbincang sebentar, sekedar bertukar sapa, sebelum melangkah pulang kami berkelakar tentang hidup yang kelewat sukar tentang tepi langit yang mulai pudar tentang keimananku padaNya yang telah mengakar damai, menyusup tulang sumsum sampai sebuah sabda meletar telinga masa, kataNya ;Tuhan tidak mengenal...

Sajak Sembilan Ubun-Ubun

redup cahaya kilau keemasan di malam penuh tawa ;bergema mengisi kata-kata. lampu-lampu jalan merekam cerita, menerangi tubuh-tubuh saling mencari tahu, menyimpan rindu....

Wanita yang Tak Pernah Tercatat Dalam Lembar Kalam

Aku berkenalan, dengan bayang tanpa nama Yang kemudian kuketahui ia wanita Sebab di tubuhnya kudapati liang senggama Wajahnya ayu Perempuan Bermata Sayu Sudah kuputuskan, aku memanggilnya demikian...

Bukan Lelaki yang Kemarin Sore Menciumku di Atap Gedung

Papa, Aku disuruh bikin cerita Sejenis puisi prosa Atau mungkin surat cinta Temanya, tentang Ciuman Pertama Berjam-jam lamanya aku menantap layar kosong Di depanku, Bengong seperti dungu Terdiam, jemariku bisu Otakpun membeku...