Category: Keluarga

Menikahi Seorang Pejalan

Menikah dengan seorang pejalan, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untuk kebanyakan orang. Bagaimana tidak, hal ini berarti bahwa akan ada banyak perjalanan-perjalanan di masa datang yang akan dilakukan bersama di sepanjang usia pernikahan! Tapi… tidak begitu dengan saya. Memiliki suami seorang traveler, memaksa saya untuk belajar berkompromi dengan penuh keikhlasan....

Hari yang Manis di Pabrik Frisian Flag Susu Kental Manis

Sore itu hujan. Derasnya cukup untuk menyapu bau asem keringat yang dipanggang matahari di tubuh kami, dari kepala hingga kaki. Kaki-kaki kecil kami berkecipak berlarian menginjak rumput-rumput basah bercampur tanah berlumpur, ketika daun-daun di pohon-pohon di halaman rumah Ibu bergoyang menunduk-nunduk tertimpa hujan, seolah ikut menari bersama kami yang...

Sembilan Bulan Mengandung Semesta

Tepatnya tiga puluh tujuh minggu lebih tiga hari dari sejak sel sperma Indra mengecup sel telur di dalam rahimku, lalu menjadi satu membentuk embrio yang berkembang menjadi janin dan ditiupkan olehNya ruh sehingga sempurna menjadi bayi manusia yang membawa cinta, Arsakha Narendra Semesta dilahirkan melalui operasi caesar. Dengan berat...

Tentang Kepergianmu

: Novardhian Vibryanto   “Aku sanggup menghadapi seribu kepergian, tapi tak satupun kehilangan.” – Dea Anugerah   Rasa sakit itu tak pernah beranjak pergi. Tidak sedetikpun sejak kematian membawamu meninggalkan kami, hingga detik ketika kepedihan ini kutulis. Kesedihan masih sama besar dan kokoh, lapis berbaris sepanjang dada kami seolah memagari...

Sementara Kau Tertidur…

: Novardhian Vibryanto   Kehidupan telah memilih kita untuk menjadi saudara. Anak lelaki tengah super manja dan adik perempuannya yang galak. Kehidupan telah memaksa kita jatuh cinta dan saling mengurai benci. Pertengkaran sengit dengan jerit caci maki sekaligus rasa sayang selekat ikatan rahim. Kehidupan telah membawa kita tumbuh bersama....

Ibu, Aku Hilang Akal

Ibu, Malam tadi tadi aku mengigau –Entah tentang apa Kata temanku, aku hanya tertawa Terbahak-bahak lantang Seperti hilang Akal. Lantas mulai tersedu-sedu Menangis. Merintih. Menjerit. Meraung. Pilu. –Tanpa kata kata Ibu, Bahkan di dalam ketak-sadaranku, aku Seperti hilang Akal. eMa, Jakarta 2011...

Bukan Lelaki yang Kemarin Sore Menciumku di Atap Gedung

Papa, Aku disuruh bikin cerita Sejenis puisi prosa Atau mungkin surat cinta Temanya, tentang Ciuman Pertama Berjam-jam lamanya aku menantap layar kosong Di depanku, Bengong seperti dungu Terdiam, jemariku bisu Otakpun membeku...