Menumbuhkan Bonding Ibu dan Anak Dengan Sentuhan

Memiliki Arsakha adalah sesuatu yang saya idam-idamkan jauh sebelum saya menikah. Bahkan saat saya masih berusia 20 tahun, saya rindu sekali ingin memiliki seorang bayi yang terlahir dari rahim saya sendiri. Maka ketika Tuhan mengizinkan satu nyawa bertumbuh dalam tubuh saya, saya mempersiapkan segalanya untuk menyambut kelahirannya ke dunia. Termasuk mengikuti seminar dan pelatihan cara memandikan bayi. >,<

Iya. Saya takut tidak bisa memandikan bayi.
Duh, membayangkan bagaimana memegang bayi seberat 3kg dengan tangan basah dan licin penuh busa saja saya sudah ngeri. “Gimana kalau merosot terus tenggelam, gimana kalau kepalanya yang masih lunak itu kejedot bak ember mandinya, gimana kalau hidungnya kemasukkan air, gimana kalau matanya kena sabun, gimana.. gimana.. gimana..” dan seribu ketakutan lainnya. Continue reading