Month: September 2012

Di Rumah Barumu

di rumah baru-mu satu-dua gagak bercokol pada tiang-tiang penyangga mencengkeram baja seperti mangsa, mengantarkan kesakitan yang ditawarkan ayat-ayat para kyai ke dadaku ; mengintai desah tawa, memupuk kelelahanku   di rumah barumu aku seperti hantu tanpa mata dengan rongga menganga menjulurkan belatung — bayi kebencian terlahir dari neraka legam...

(Masih) Perihal Kehilangan

yang terpaku pada geliat detak jam dinding, waktu derap kakimu menggemakan ujung-ujung gang buntu yang terpenjara pada kepergianmu, kehilangan kecemasan yang disuarakan berulang-ulang “tak ada yang setabah langit mengulang kehilangan” katamu maka di sinilah, pada senja yang memudar, aku berjaga dan menuliskanmu dalam sebait sajak :ulir hujan di kaca...