Sempat Kupeluk Kau Tadi, Matahari!


baru saja aku menikahi seseorang yang kebetulan bertemu di jalan
dia pria, separuh baya
bersumpah punya cinta yang melebihi luas semesta
merasa bisa melukisi langit tanpa kuas dan pena
“aku hanya perlu cinta”

baru saja aku bercinta dengan seseorang yang kebetulan bertemu di jalan
dia lelaki, bermata api
memiliki mimpi menjadi penguasa surga dan bumi
mengaku mampu meniadakan matahari hanya dengan jentikan jemari
“aku hanya perlu mimpi” Continue reading

perkabungan rindu

 

asap putih

di suatu pagi yang putih

sisa bakaran rindu semalam

dan cinta yang buram

 

matahari kelabu

beranjak meringsak butiran abu

berkabung pilu,

atas sesuatu yang malam tadi berlalu

 

 

Jakarta, 4 Agustus 2011